kisah kesaktian gayus kekayaan lebih dari Rp100 miliar. Ia bekerja 10 tahun. Gaji dan honornya cuma Rp12 ,1 juta per bulan atau Rp145 ,2 juta per tahun. Dengan penghasilan sebesar itu, untuk mencapai kekayaan Rp100 miliar, diperlukan waktu 688 tahun lebih atau hampir 7 abad. Rentang waktu yang juga fantastis! Lebih fantastis lagi, kekayaan yang didapat Gayus terkait pekerjannya yang sehari-hari cuma menjadi penelaah keberatan pajak (banding) perorangan dan badan hukum di Kantor Pusat Direktorat Pajak, Kementerian Keuangan. Ia bersekongkol dengan sejumlah perusahaan tambang untuk menilep pajak. Sepandai-pandainya membungkus kejahatan, aroma busuk tetap tercium. Gayus pun dijerat dengan tiga pasal, yakni pasal penggelapan, pencucian uang, dan korupsi. Gayus pun memperlihatkan kesaktiannya di Pengadilan Negeri Tangerang. Dia hanya dituntut dengan pasal penggelapan. Hakim memvonisnya dengan hukuman 1 tahun percobaan. Artinya, Gayus bebas. Gayus bisa bebas karena dia bisa membeli aparat penegak hukum mulai dari polisi, jaksa, pengacara, dan hakim. Mereka yang terlibat dalam permufakatan jahat itu sudah dijerat hukum. Kesaktian Gayus masih berseri. Setelah tiga kali bertemu Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Gayus melarikan diri ke Singapura. Ironisnya, anggota satgas pula menemui Gayus di Singapura dan membujuknya kembali ke Indonesia. Tidak berhenti di situ. Gayus yang sejak Juli 2010 mendekam di tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, ternyata masih bertaji. Ia bebas keluyuran sesuka hatinya setelah menggelontorkan uang. Untuk bisa keluar masuk Rutan Mako Brimob, Gayus selalu menyuap petugas. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Iskandar Hasan, nilai suap itu berkisar Rp50 juta sampai Rp60 juta. Jumlah paling banyak diterima Kepala Rutan Mako Brimob Komisaris Iwan Siswanto yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus keluarnya Gayus dari tahanan. Sembilan polisi, sejak 8 November 2010 , telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari Gayus Tambunan. Gayus yang sakti atau polisi yang tergoda fulus?
apa..indonesia perlu belajar sepak bola dgn malaysia ??
Komentar
Posting Komentar